3 Hemat Air. Contoh cara menjaga lingkungan yang ketiga adalah menghemat penggunaan air. Air adalah sumber daya alam dan persediaannya terbatas. Oleh karena itu, untuk melestarikan lingkungan dan meminimalkan dampak kekeringan, perlu dilakukan konservasi air. Mandilah sebentar saja dan jangan terlalu menghambur-hamburkan air.
. ipopba/Getty Images/iStockphoto Usaha menjaga Bumi harus dilakukan oleh seluruh umat manusia. - Hampir setiap hari kita mendengar tentang kabar buruk yang menghantui Bumi. Mulai dari mencairnya es di Kutub, lautan yang penuh sampah, hingga spesies terancam punah. Ini semua tidak lepas dari faktor perubahan iklim serta pemanasan global yang semakin parah. 'Menyelamatkan Bumi' terdengar sangat berat, padahal kita bisa menjaganya dengan melakukan hal-hal sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut 15 di antaranya 1. Jangan membuang sampah sembarangan hedgehog94/Getty Images/iStockphoto Ilustrasi membersihkan sampah di lingkungan sekitar. Membuang sampah tidak pada tempatnya akan mengotori lingkungan dan berdampak pada ekosistem di sekitarnya. Selain itu, sampah yang tercecer-terutama yang sulit terurai-pada akhirnya akan terbawa ke lautan dan membahayakan hewan-hewan di sana. Mereka akan mengonsumsinya karena mengira itu makanannya. Hal ini dapat membuat banyak hewan laut mati akibat terjerat sampah, terutama plastik. 2. Daur ulang Beberapa jenis sampah-seperti botol minuman dan kardus-dapat Anda recycle. Kreasikan sampah tersebut menjadi hiasan atau barang lain yang dibutuhkan di rumah sehingga mengurangi jumlahnya di lingkungan. 3. Kurangi belanja online Priscilla Du Preez/Unsplash Berbelanja menggunakan kantung kain ramah lingkungan. Berbelanja daring secara tidak langsung akan menambah jumlah sampah. Pasalnya, barang-barang yang dikirim ke rumah Anda, terkadang dibungkus dengan plastik. Salah satu cara untuk mengurangi konsumsi plastik adalah dengan membatasi pembelian online. Anda bisa membeli kebutuhan di toko terdekat lalu membawanya dengan tote bag–tanpa kantung plastik atau kemasan. 4. Beli barang preloved Banyak barang bisa digunakan kembali dengan fungsi yang masih sama. Hal-hal yang memiliki manfaat penggunaan dalam waktu singkat akibat pertumbuhan, misalnya baju atau sepeda anak-anak, bisa didapatkan dari tangan kedua tanpa perlu membeli yang baru. Membeli barang bekas pakai atau secondhand dapat mengurangi jumlah dan kegiatan produksi, juga menghemat uang Anda. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Peduli terhadap lingkungan merupakan sikap yang harus kita tanamkan sejak dini. Sumber adalah salah satu hal yang harus dijaga dan dilestarikan karena merupakan tempat tinggal makhluk hidup termasuk menjaga dan melestarikan lingkungan, dibutuhkan sikap peduli dan ramah lingkungan. Seperti apa sikap peduli terhadap lingkungan tersebut? Simak penjelasan di bawah Sikap Peduli LingkunganMenurut Asmani dalam buku Buku Panduan Internalisassi Pendidikan Karakter di Sekolah, sikap peduli lingkungan adalah tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya. Selain itu, mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah sampai di situ, sikap peduli juga bisa diartikan sebagai suatu perasaan yang dimiliki oleh seorang individu untuk memperbaiki dan mengelola lingkungan secara benar dan seseorang menerapkan sikap peduli, lingkungan dapat dinikmati secara terus menerus tanpa merusak keadaannya. Seseorang yang peduli juga akan turut menjaga dan melestarikan lingkungan, sehingga ada manfaat yang Sikap Peduli LingkunganUntuk mengenali apa yang dimaksud dengan sikap peduli lingkungan, kita perlu mengetahui komponen-komponen yang ada di dari buku Psikologi Pendidikan yang ditulis oleh S. Mar'at, ada beberapa komponen dalam diri kita yang dapat membangun sikap peduli lingkungan, yakniKomponen kognitif atau kesadaran. Komponen ini berhubungan dengan keyakinan, ide serta konsep. Komponen afeksi atau perasaan. Komponen ini berkaitan dengan sisi emosional dari kehidupan konasi atau perilaku. Komponen ini membuat seorang cenderung bertingkah laku sesuai dengan apa yang dipercaya dan apa yang sikap peduli lingkungan merupakan sikap atau perilaku yang dilakukan oleh seseorang akibat adanya keyakinan atau ide serta perasaan terhadap lingkungan penggunaan energi adalah salah satu cara menujukkan kepedulian lingkungan. Sumber Menunjukkan Kepedulian LingkunganKepedulian terhadap lingkungan bisa kita tunjukkan melalui beberapa perilaku dalam kehidupan sehari-hari dari modul pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam IPA Paket A Tingkatan II yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berikut beberapa cara menujukkan kepedulian terhadap lingkunganSalah satu cara untuk menujukkan kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan menghemat energi. Hemat energi dilakukan untuk menyimpan sumber daya alam. Selain itu, hemat energi dapat membantu kita menghemat biaya. Contohnya, seperti menghemat penggunaan air, mematikan lampu ketika tidak dibutuhkan, mematikan alat elektronik ketika tidak sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang harus kita perhatikan. Sumber Menangani Masalah SampahSampah juga menjadi isu lingkungan yang harus kita perhatikan. Untuk menjaga kebersihan lingkungan, kita harus membuang sampah pada hanya itu, penanganan sampah juga dilakukan dengan 3R reduce, reuse, recycle mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang serta memilah-milah sampah sebelum Menghijaukan LingkunganCara menujukkan kepedulian lingkungan selanjutnya adalah dengan melakukan penghijauan lingkungan sekitar kita. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menanam pohon, melakukan reboisasi terhadap lahan gundul, dan adanya penghijauan, lingkungan akan lebih asri dan indah. Pohon-pohon yang kita tanam juga akan menjadi produsen oksigen yang kita butuhkan untuk bernapas.
Isu lingkungan adalah masalah yang tidak pernah usai. Sebagai makhluk hidup yang menjalani seluruh aktivitasnya di bumi, merawat ekosistem bumi adalah perilaku yang wajib dilakukan siapapun. Terutama sebagai manusia yang sangat membutuhkan oksigen, kehidupan kita sangat bergantung kepada makhluk hidup lain yang bisa menghasilkan oksigen untuk kita, karena manusia tidak bisa menghasilkan oksigen sendiri kan?Banyak aktivitas yang kita lakukan tidak sadar telah menjadikan alam tidak ramah kepada kita. Jika hal ini terus berlanjut kita bisa mengira bahwa generasi selanjutnya tidak bisa mendapatkan kenyamanan yang kita alami sekarang. Meski begitu, setiap individu bukan tanpa peran. Setiap orang bisa banyak membantu untuk memperbaiki siklus ekosistem di bumi ini. 5 hal sederhana ini bisa membantu banyak untuk menunjang keberlangsungan makhluk hidup lain, apa saja?1. Jangan kebanyakan makan daging, peternakan merupakan salah satu penyebab pemanasan ternyata berpengaruh banyak terhadap pemanasan global. Emisi metana yang dikeluarkan oleh sapi adalah yang paling besar. Sebanyak 150 milliar galon metana per hari dikeluarkan oleh sapi. Berbahayanya metana karena memiliki potensi pemanasan global 86 kali lipat dari karbondioksida pada jangka waktu 20 tahun. Konsumsi daging yang tidak terkendali menimbulkan perusahaan memperbanyak ketersediaan ternaknya. Langkah nyata yang bisa dilakukan adalah mengurangi makan daging, dan menggantinya dengan Tidak membuang sampah sembarangan, akan menyelamatkan ekosistem laut dan siklus biota PalmerKarena laut berperan memasok hingga setengah oksigen untuk kehidupan di bumi, menjaga ekosistem laut sangatlah penting. Sampah-sampah yang ada dilaut mengancam banyak kehidupan laut. Ada banyak biota laut yang mati karena memakan sampah, selain itu terumbu karang sebagai tempat berlindung dan berkembang biak banyak spesies laut dan plankton penghasil oksigen terbesar akan mati karena tidak mendapat pasokan cahaya matahari. Membuang sampah di ekosistem air berakibat fatal terhadap suplai oksigen yang kita Menanam pohon atau bercocok tanam di rumah memberikan oksigen yang berkecukupan Pexels/Maggie Zhao Tumbuhan sangat berperan dalam suplai oksigen kita sehari-hari. Tumbuhan berperan dalam dua hal sekaligus yaitu, menyerap emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global dan menghasilkan oksigen yang kita butuhkan. Padatnya penduduk bukanlah alasan untuk meniadakan lahan untuk tanaman. Saat ini banyak cara untuk bercocok tanam di rumah terutama dengan cara hidroponik yang minim menggunakan tanah. Baca Juga 5 Tips Memilih Denim yang Ramah Lingkungan, Bentuk Nyata Cintai Bumi 4. Meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil, karena mengakibatkan pemanasan globalPexels/PixabayManusia sangat mengandalkan bahan bakar fosil untuk kehidupa sehari-hari. Kegiatan seperti memasak, listrik di rumah, berpergian dengan kendaraan bermotor, atau industri, tidak akan terlepas dari penggunaan, minyak bumi, batu-bara ataupun gas alam. Sayangnya penggunaan bahan bakar fosil ini menimbulkan efek rumah kaca berupa gas karbon yang akan terlepas di atmosfer. Akibatnya berdampak pada pemanasan global yang bisa mengancam banyak ekosistem. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir timbulnya efek rumah kaca, seperti menghemat listrik, memilih jalan kaki, atau transportasi umum serta tidak membuang-buang Mengurangi penggunaan senyawa kimia yang berbahaya, yang dapat merusak freon atau CFC Chlorofluorocarbon telah meluas dan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan. Barang seperti AC dan kulkas sangat membutuhkan senyawa ini. Sebenarnya freon tidak menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan manusia, namun ketika freon terlepas di atmosfer, senyawa tersebut akan teruari dan atom C pada freon CFC akan mengikat ozozn O3 yang bisa menghasilkan karbonmonoksida dan karbondioksida atau biasa disebut dengan reduksi-oksidasi redoks. Dampaknya adalah efek rumah kaca dan rusaknya lapisan ozon yang berfungsi sebagai pelindung dari sinar pemanasan global terhadap lingkungan sangatlah tinggi. Yang paling besar, laut sebagai pemasok oksigen menjadi imbasnya. Tindakan nyata sangat dibutuhkan untuk menjaga seluruh kelangsungan makhluk hidup di bumi. Baca Juga 7 Palung Laut Terdalam di Bumi, Bukan Hanya Palung Mariana! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Masalah lingkungan hidup berawal dari ketidakpedulian manusia terhadap lingkungannya. Ketidakpedulian itu sebenarnya merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan terlebih kesadaran manusia akan pentingnya menjaga lingkungan hidup demi keberlangsungan hidup semua masalah pada lingkungan yang ditimbulkan oleh manusia perlahan mulai mempengaruhi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri. Seperti misalnya terjadinya banjir yang disebabkan oleh banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, kemudian menjadi masalah dan kesulitan yang dihadapi manusia karena ulahnya lingkungan merupakan tempat berlangsungnya kehidupan, berbagai upaya selanjutnya mulai dilakukan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang pertama-tama dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki kesadaran ekologis. Dari upaya itu, perubahan demi perubahan mulai nampak. Meskipun begitu, masih sangat dibutuhkan gerakan-gerakan serupa di banyak wilayah atau tempat dimana kerusakan lingkungan terjadi. Untuk itu, pertama-tama yang dapat dibuat adalah menyadarkan manusia tentang pentingnya menjaga alam lingkungan, baru kemudian gerakan-gerakan memperbaiki kerusakan alam bisa dilakukan bersama. Masalah lingkungan hidup adalah perbincangan yang telah ada sejak dahulu dan tidak pernah berkahir hingga sekarang. Hal itu karena belum ada solusi yang benar-benar bisa dipakai untuk mengatasi masalah lingkungan hidup yang terus para ahli mulai mengemukakan pemikiran-pemikirannya tentang alam dan memunculkan banyak solusi terkait dengan kerusakan alam sendiri. Solusi yang menjadi dasar yang bisa dipakai pertama-tama adalah memang muncul setelah manusia merasakan dampak dari kerusakan alam yang telah dibuatnya, dan setelah itu barulah manusia mencari cara dan melakukan upaya untuk memperbaiki kerusakan yang itu, kesadaran juga dapat membuat manusia untuk selanjutnya tetap menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup sehingga tidak menimbulkan bencana yang lebih besar dari sebelumnya yang dapat merugikan manusia. Namun kesadaran yang dapat mewujudkan kelestarian lingkungan adalah kesadaran dengan melakukan tindakan atau aksi nyata dalam rupa upaya-upaya yang dapat dilakukan manusia, seperti tidak membuang sampah sembarangan atau juga melakukan reboisasi atau penghijauan itu karena kesadaran tanpa aksi tidak akan memulihkan alam yang telah dirusak manusia, atau dengan kata lain "teori saja tidak cukup tetapi diperlukan aksi nyata". Tindakan itu merupakan bentuk kepedulian manusia terhadap alam lingkungan supaya ke depan dapat terus menjaganya tetap lestari demi keberlangsungan hidup bersama antara manusia dan alam yang lebih menyadari masalah lingkungan yang terjadi, manusia tentu belum merasakan dampak dari kerusakan yang sudah dibuatnya. Membuang sampah sembarangan misalnya, tidak akan membuat manusia sadar bahwa itu salah sebelum merasakan dampak buruknya langsung. 1 2 Lihat Nature Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Maraknya bullying yang terjadi di lingkungan sekolah tentu berdampak yang buruk bagi para siswa, baik bagi pelaku, korban maupun pihak ketiga yang tidak mengambil tindakan atas perilaku tersebut. Maka, alangkah baiknya pihak sekolah dan pemerintah segera mengambil tindakan atas perilaku tersebut. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa dapat terjadinya tindakan bullying ini juga karena sikap tidak peduli dari pihak sekolah dan pemerintah. Mengapa saya bilang demikian? Karena terkadang siswa korban bullying yang melaporkan pada guru atau pihak sekolah hanya dianggap angin lalu oleh mereka karena anggapan bahwa perilaku tersebut hanyalah candaan anak-anak, yang sebenarnya tidak sesederhana itu karena mungkin saja perilaku tersebut dapat menimbulkan traumatik pada siswa yang menjadi karena respon dari pihak sekolah yang mungkin tidak dapat memberi rasa aman pada korban sehingga korban menjadi takut untuk melaporkan kejadian ini pada orang tua dan orang lain karena takut mendapatkan respon yang serupa. Dan mirisnya pihak sekolah baru akan mengambil tindakan apabila tindakan bullying ini sudah melampaui batas dan dirasa dapat mencemari nama lembaga, yang seharusnya dapat mengambil langkah pencegahan agar bullying ini sebelum parah namun malah membiarkannya sampai menimbulkan traumatik terhadap korban. Pemerintah Pun sebaiknya segera mengambil tindakan atas fenomena ini dengan lebih digiatkan sosialisasi mengenai tindakan bullying, memberi peraturan tegas bagi sekolah-sekolah agar dapat menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa dan lebih mempertimbangkan mengenai hukum perlindungan anak, yang mana seringkali yang menyakiti seorang anak adalah anak sebaya apa yang dimaksud dengan bullying? Bullying merupakan salah satu tindakan kekerasan dan perundungan yang sering sekali terjadi di lingkungan sekolah, bullying sendiri dapat dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan verbal atau berupa celaan, hinaan, sarkasme dan dapat berupa fitnah maupun tuduhan, bullying juga dapat berbentuk non verbal secara langsung seperti berperilaku sinis atau berbagai perilaku merendahkan korban lainnya, biasanya bullying jenis ini disertai dengan bullying fisik dan verbal. Selanjutnya bullying dapat berupa cyber bullying atau tindakan menyakiti orang lain dengan sarana elektronik seperti handphone, dan yang terakhir adalah pelecehan seksual. Tindakan bullying merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima baik secara sosial, psikologi, hukum apalagi dalam agama. Dalam konsep pendidikan yang dirancang Rasulullah SAW. Beliau telah mengusung konsep pendidikan yang mengedepankan akhlak mulia, yang tentunya dengan akhlak mulia ini peserta didik dapat terhindar dari fenomena bullying. Dalam hadis nya Rasulullah SAW bersabda yang Artinya "Telah menceritakan kepada kami [Al 'Abbas bin Al Walid Ad Dimasyqi] telah menceritakan kepada kami [Ali bin 'Ayyasy] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Umarah] telah mengabarkan kepadaku [Al Harits bin An Nu'man] saya mendengar [Anas bin Malik] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda "Muliakanlah anak-anak kalian dan perbaikilah tingkah laku mereka." Dengan memperbaiki akhlak dan tingkah laku peserta didik, tentu dapat mengurangi intensitas kasus bullying di Indonesia, peningkatan atau perbaikan akhlak ini dapat dilakukan dengan memperbanyak ilmu agama pada mapel - mapel keagamaan seperti PAI, mengadakan sosialisasi bullying rutin setiap tahun dan senantiasa menasehati anak yang sekiranya memiliki sikap yang bandel, hal ini dilakukan agar lingkungan sekolah terhindar dari tindakan bullying. Tindakan bullying yang belakangan ramai dibicarakan oleh warganet yaitu tindakan bullying yang dialami oleh firmansyah, siswa SD yang viral karena sebuah unggahan yang menayangkan firmansyah diantar sekolah oleh ayahnya menggunakan seragam merah putih yang kemudian ditanya beberapa hal oleh di pengunggah video di aplikasi tiktok. Dalam video tersebut pengunggah video menanyakan kepada ayah firmansyah mau kemana kemudian dijawablah oleh ayahnya hendak ke sekolah, kemudian karena jalan yang dituju oleh bapak dan anak ini menuju sekolah luar biasa hal ini menimbulkan pertanyaan bagi pengunggah video yaitu apakah kekurangan yang dialami oleh firmansyah sehingga mengharuskan bersekolah di sekolah tersebut, namun ketika ditanyai oleh pengunggah video ayah dari firmansyah menjawab bahwa firmansyah sebenarnya dulunya adalah murid dari sekolah dasar biasa, namun karena adanya suatu tindakan bullying yang berupa kekerasan verbal hal itu yang menyebabkan firmansyah pindah ke sekolah luar biasa. Sebenarnya sebelum memutuskan untuk pindah dari sekolah dasar tersebut orang tua firmansyah sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah, namun karena respon yang kurang baik akhirnya memutuskan untuk pindah ini sangat memprihatinkan mengingat pihak sekolah yang tidak merespon laporannya dengan baik, dan tidak mencegah agar kasus bullying ini tidak menimbulkan traumatik bagi firmansyah. Oleh karena itu tulisan ini saya tulis dengan tujuan untuk mengajak semua kalangan dan semua pihak untuk lebih membuka mata terhadap kasus bullying yang kerap terjadi di lingkungan anak-anak kita. Dan terkhusus pada sekolah dan pemerintah agar dapat lebih mempertimbangkan dan mengkaji tindakan apa saja yang perlu dilakukan agar mampu menanggulangi fenomena bullying yang semakin hari semakin menjadi santapan sehari-hari anak-anak kita. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki lingkungan tersebut adalah