YBMPLN dan Pemkot Bogor komitmen untuk membantu warga miskin yang berada di Bogor.
Haikal Balita berusia 16 bulan yang mengidap penyakit Hydrocephalus (Ricky/IZI) Padang. Haikal, Balita berusia 16 bulan yang mengidap penyakit Hydrocephalus kini beristirahat di Rumah Singgah Pasien (RSP) milik Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia IZI Sumatera Barat (Sumbar) yang baru saja diresmikan pada Rabu lalu.
Dalamrangka memperingati hari jadinya yang ke-29 tahun, Lintasarta menyalurkan dana ZIS (Zakat Infaq Sodhaqoh) dengan memberikan bantuan berupa satu unit mobil ambulans kepada lembaga amil zakat nasional IZI (Iniziatif Zakat Indonesia), Kamis (13/4).
OptimalisasiPendayagunaan Dana ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah) Melalui Program Rumah Singgah Pasien di LAZNAS IZI Jawa Timur: Nasional Terakreditasi: 17: Taufiqur Rochman: 2020: Analisis Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Syariah Di Desa Kebloran Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Jawa Tengah : Nasional Terakreditasi: 18: Dewi Layyinatus
StafRumah Singgah Pasien - Layanan Kesehatan. Wanita, usia maksimal 30 tahun | Lulusan Keperawatan dari Universitas terkemuka | Berpengalaman min. 1 tahun | Memiliki jiwa kepemimpinan, kecerdasan emosional, dan siap bekerja di bawah tekanan | Supel dan Komunikatif | Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dan internet | Lokasi kerja di RSP
7 Kepala Rumah Singgah Pasien IZI Jatim (mas Hadi dan mbak Nanda) yang telah memberika izin peneliti untuk melakukan penelitian dan bersedia membantu dalam proses pengambilan data. 8. Pasien Rumah Singgah Pasien yang sudah bersedia membantu meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner penelitian. 9.
. Medan - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan pihaknya telah mencanangkan program Medan Medical Tourism MTT. Program ini mengkombinasikan pelayanan kesehatan dengan ini disampaikan Bobby saat acara peresmian Rumah Singgah DPD HIMNI Sumut, di Jalan Terompet Medan. Bobby menjelaskan beberapa rumah sakit akan memberikan fasilitas untuk pasien atau keluarga pasien yang bukan merupakan orang Medan berupa penginapan."Selama menjalani pengobatan yang memakan waktu lama keluarga pasien yang dari luar kota Medan pastinya membutuhkan tempat tinggal, apalagi ditambah dengan ekonomi yang sedikit kurang, nantinya Pemkot Medan melalui rumah sakit akan memberikan fasilitas tourism," ujar Bobby, Jumat 9/6/2023. Hadirnya program MMT bertujuan agar Kota Medan bisa menjadi kota tujuan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan."Program MMT ini kita padukan dengan konsep pariwisata. Namun, hal utama yang dilakukan adalah terlebih dahulu memperbaiki sarana, prasarana dan terutama kualitas pelayanan. Sebab, selama ini, banyak masyarakat yang lebih memilih berobat ke negara tetangga, padahal Kota Medan juga memiliki fasilitas dan SDM di bidang kesehatan yang mumpuni," itu, kata dia, sejalan dengan Rumah Singgah Himpunan Masyarakat Nias Indonesia HIMNI Sumut."Bisa tidur di hotel atau kita menunjuk rumah singgah HIMNI ini sebagai fasilitas khususnya untuk masyarakat Nias," tutur menantu Presiden Jokowi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Nias di Kota Medan yang membutuhkan bantuan. "Kita jalin kolaborasi dan kami membuka diri bagi semua masyarakat, termasuk masyarakat Nias di Kota Medan yang membutuhkan bantuan melalui HIMNI," dalam kesempatan itu Ketua DPD HIMNI Sumut, Iman Jaya Berkat Harefa, Penasehat HIMNI Sumut Turunan Gulo dan sejumlah masyarakat Nias. Ada juga Menkumham RI Yassona H menyebut Rumah Singgah DPD HIMNI Sumut akan banyak membantu masyarakat Nias yang tengah berobat di Medan. Diakuinya banyak masyarakat Nias secara kemampuan ekonomi jauh dari apa yang diharapkan."Sering mereka berobat kemari Medan dirujuk dari Rumah Sakit Gunungsitoli, baik itu ke Rumah Sakit Dr Pirngadi ataupun RS Adam Malik mengalami kesulitan dua hal yakni tempat tinggal dan ambulans hingga diperlukan untuk mengantar kembali saudara kita ke tanah leluhur," dia rumah singgah ini diprioritaskan untuk masyarakat Nias di Kota Medan. Namun jika ada warga lain yang membutuhkan tetap akan dilayani."Meskipun fasilitas rumah singgah dan ambulans yang diprioritaskan untuk masyarakat Nias, tapi jika ada yang membutuhkan, dapat juga diberikan fasilitas ini karena misi kita adalah untuk kemanusiaan," tuturnya. Simak Video "Oknum TNI AL Jadi Tersangka Penyelundupan PMI Ilegal di Bintan" [GambasVideo 20detik] astj/afb
Rumah Singgah Pasien dan Kebahagian Orang Tua Raut wajah perempuan paruh baya itu mulai bisa kembali tersenyum, terduduk di dalam rumah yang menjadi harpan bagi seorang... Rumah Singgah Pasien IZI Jabar Bantu Biaya Pengobatan Adik Adiva JAWA BARAT – Rumah Singgah Pasien IZI merupakan salah satu program untuk memfasilitasi gratis para pasien fakir, miskin dan... RSP IZI Jateng Menyelenggarakan Sekolah Pendamping Dengan Tema Gembira Dan Sehat Dengan Gizi Seimbang Untuk Pasien SEMARANG – Selepas dzikir petang bersama 21/9, para penghuni RSP IZI Jateng tetap berkumpul di ruang tengah untuk mengikuti... Menunggu Jualan Ibunya Laku Baru Bisa Berobat, Basri Dibantu RSP IZI Kaltim KALIMANTAN TIMUR - Bocah 8 tahun ini harus menerima kondisi bahwa ia perlu berobat rutin karena penyakit Leukimia yang... Pasien RSP IZI YBM PLN Sulsel Rutin Belajar Tahsin Setiap Pekan Selain menyediakan tempat tinggal, Rumah Singgah Pasien RSP IZI YBM PLN Sulsel juga rutin melaksanakan pembinaan tahsin pekanan. Pembinaan... Haru, Tim IZI DIY Melepas Bismi, Pasien Autoimun yang Berangsur Sembuh 18 March 2022Fitri FauziahBerita Media NasionalIZI Yogyakarta, autoimun, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia, IZI DIY, RSP IZI DIY, RSP IZI Yogyakarta, RSUP Dr. Sardjito, rumah singgah pasien, Rumah singgah pasien IZI, zakat, zakat indonesia Pagi tadi sekitar pukul 0502 WIB, suasana haru dan bahagia mewarnai saat Bismi 20 Tahun dan Ibu tercinta diantarkan... RSP IZI-YBM PLN Kerap Full, Bocah Kendari Menunggu Hingga Dua Bulan 15 March 2022Fitri FauziahBerita Media NasionalIZI Sulsel, RSP IZI-YBM PLN, inisiatif zakat, inisiatif zakat indonesia, IZI, Malformasi Vascular, RSP IZI, rumah singgah pasien, Rumah singgah pasien IZI, ybm pln, zakat Makassar - Dekat dengan rumah sakit rujukan se-Indonesia Timur, Rumah Singgah Pasien RSP IZI-YBM PLN kerap kali full. Bahkan... Pasien RSP IZI Kaltim Kebaikan Yang Saya Rasakan Ini, Akan Saya Ingat Dunia Akhirat Chalid Sultan 42 tengah bersiap untuk kembali ke kampung halaman. Salah satu pasien Rumah Singgah Pasien IZI Kaltim ini... Cerita Ibu Mus, Sering Terlambat Datang Kontrol karena Tidak Ada Tempat untuk Singgah Kalimantan Timur - Ibu Mustawa35 tahun, atau yang akrab dipanggil Ibu Mus adalah seorang pasien pengidap kanker payudara yang... Warga Rumah Singgah Pasien IZI Sulsel Curhat Ongkos di RS Sejuta Per Bulan Warga Rumah Singgah Pasien IZI Sulsel Curhat Ongkos di RS Sejuta Per Bulan SULAWESI SELATAN - Rumah Singgah Pasien...
Rumah singgah bagi para pasien yang sakit beberapa masih berbayar. Namun, berbeda dengan rumah singgah yang satu ini. Rumah singgah pasien RSP milik Inisiatif Zakat Indonesia IZI ini sama sekali tidak berbayar dan diperuntukan bagi para pasien dengan penyakit berat, namun memiliki ekonomi menengah ke bawah. Rumah singgah yang terletak di kawasan Salemba, Jakarta Pusat itu menyediakan 4 kamar dengan 10 tempat tidur bagi laki-laki dan 10 tempat tidur bagi perempuan. RSP ini juga menyediakan fasilitas seperti AC, dapur, toilet, ruang cuci, ruang jemur, dan juga ruang santai yang terletak di samping hanya itu, RSP ini memberikan makanan gratis setiap harinya sebanyak 3 kali, termasuk fasilitas pengantaran menggunakan mobil ambulans bagi pasien yang akan berobat ke rumah sakit. "Kalau untuk perawatannya sendiri di sini kita memberikan fasilitas pelayanan makan, trus fasilitas nyuci atau apapun lah selain itu. Soal perawatan kita antarkan saja ke RS rujukan," ujar Tim Media IZI Ricky Hafidz, kepada Selasa 24/7/2018. Menurut Ricky, rata-rata pasien yang menginap berasal dari daerah di luar Jakarta, terutama dari daerah Sumatera dan Kalimantan yang tidak mempunyai keluarga saat berobat di Jakarta. "Biasanya yang dirawat sedang dalam kolaps-kolapsnya. Memang mereka enggak punya keluarga enggak punya rumah tinggal," ujar Ricky. RSP IZI memiliki 11 cabang di beberapa daerah seperti di Bandung, Medan, Padang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, serta Balikpapan. Di Jakarta terdapat 3 cabang, dua di Salemba dan satu lagi di Slipi. Penanggung Jawab RSP IZI Jakarta Nur Fauzatul Hidayati mengatakan, pasien-pasien yang menginap di tempatnya adalah pasien yang dirujuk dari rumah sakit daerah."Iya, yang di daerah sudah enggak bisa lagi, memang dirujuk ke sini. Ada yang 2 tahun tinggal di sini. Nah, kalau rata-rata sekitar 3 atau 4 bulan di sini," tutur Fauza. RSP IZI Salemba memiliki 4 petugas yang mendampingi pasien yang terdiri dari seorang penanggung jawab, pengemudi ambulans, office boy, dan 1 juru masak. Selain orang dewasa, ada beberapa anak-anak yang juga yang menginap di rumah singgah yang dibangun pada 2016 ini. "Kalau anak-anak enggak kelihatan sakit, kondisi fisiknya juga memang enggak kelihatan orang sakit, tetap main," ujar dia. Saat ini, pasien yang berada di RSP IZI Salemba memiliki penyakit yang beragam, mulai dari kanker, tumor, down sindrome, juga patah tulang.
JAKARTA – Rumah Singgah Pasien RSP Inisiatif Zakat Indonesia IZI Slipi atau biasa disebut RSP IZI Jakarta II merupakan salah satu Rumah Singgah yang memfasilitasi kebutuhan pasien dhuafa dari berbagai daerah di Indonesia selama masa berobat di Rumah Sakit rujukan yang berada di Jakarta. Rumah Singgah Pasien ini beralamat di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. RSP IZI Jakarta 2 ini dikhususkan bagi pasien dhuafa yang menjalani masa pengobatan di RS Harapan kita dan RS Kanker Dharmais. Mempersiapkan Makanan untuk Pasien Nur Fauzatul Hidayati selaku Kepala RSP IZI seluruh Jakarta menyampaikan bahwa di RSP IZI Jakarta II ini layanan fasilitas bagi pasien dan pendamping yang diberikan yaitu tempat tinggal, makanan tiga kali sehari, makanan penunjang nutrisi seperti susu dan buah-buahan serta beberapa snack lainnya. RSP IZI Jakarta II juga menyediakan transportasi ambulans pengantaran dan penjemputan dari RSP IZI ke Rumah Sakit rujukan, tapi terkadang juga pengantaran ke bandara atau terminal untuk pulang. Terdapat juga program edukasi kesehatan dan pembinaan agama, harapannya agar pengetahuan kesehatan dan agama mereka ketika mereka ke daerah mereka bisa membimbing orang-orang di daerah mereka. Mempersiapkan Makanan untuk Pasien Di RSP IZI Jakarta II selama masa pandemi dilakukan pembatasan kapasitas bed menjadi setengahnya dari kapasitas dalam satu ruangan, kemudian protokol kesehatan yang ketat juga diterapkan seperti tersedianya hand sanitizer yang besar di RSP maupun yang kecil bagi para pasien agar bisa dibawa kemana-mana ketika keluar RSP. “penyemprotan disinfektan setiap hari pagi dan sore itu wajib, dan pasien ketika kembali dari luar itu wajib langsung mandi dan pakaiannya langsung diganti” tambah Fauza. Adapun yang saat ini menjadi donatur di RSP Jakarta II ini yaitu PPDI JICT, Icon+, Lintasarta, dan YBM PLN Pusmanpro. Syaiful Amri Salah Satu Pasien Asal Aceh di RSP IZI Jakarta II Syaiful Amri pasien asal Aceh yang sedang berobat di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, menyampaikan “alhamdulillah saya senang dan berterima kasih kepada IZI dan para donatur, karena biaya hidup di Jakarta ini lumayan berat bagi orang seperti kami” “Dari sini kami merasa terbantu, mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang lebih baik di akhirat kelak atas apa yang telah diberikan donatur dan dilakukan oleh pihak IZI disini” tambah Amri.
Peresmian Rumah Singgah Pasien RSP IZI di Kalimantan Timur. BALIKPAPAN - Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia IZI mendirikan rumah singgah pasien yang bertempat di Jalan Indrakila No. 41 RT 29 Kel. Gunung Samarinda Balikpapan. Rumah singgah ini diresmikan oleh Walikota Balikpapan yang di wakili oleh staf ahli bidang sosial, kesejahteraan dan pengembangan SDM Diah Muryani, Rabu 3/1. Salah satu permasalahan yang sering dialami pasien kurang mampu dan keluarganya dari luar kota Balikpapan yakni bingung untuk mencari tempat tinggal sementara selama berobat jalan ke rumah sakit. Dalam hal ini, rumah sakit yang menjadi rujukan daerah yaitu Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo. Diah mendukung adanya kontribusi dari lembaga zakat seperti IZI yang berperan aktif di dalam mengatasi persoalan ini. Menurut dia, banyak masyarakat yang enggan berobat ke rumah sakit lantaran tidak memiliki biaya untuk tranportasi dan inap selama masa pengobatannya, walau biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. "Ini merupakan salah satu mimpi saya dulu dan Alhamdulillah melalui IZI bisa terwujud. Dengan adanya rumah singgah pasien ini banyak masyarakat dhuafa terbantukan. Mereka tidak memikirkan lagi biaya yang harus dikeluarkan, diluar biaya yang ditanggung oleh BPJS. Apalagi pasien cuci darah yang setiap minggu harus kontrol pasti sangat terbantukan," ujar Diah. Ia mengharapkan, adanya rumah singgah ini bisa menjadi ladang pahala bagi para muzakki. Dia mengajak semua masyarakat dan instansi terkait untuk terlibat aktif mendukung keberadaan rumah singgah pasien ini. Direktur Pendayagunaan IZI Nana Sudiana mengungkapkan, rumah singgah pasien ini merupakan rumah singgah pasien yang ke 8 yang telah diresmikan. Biaya inap di rumah singgah ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun. Hanya memang dibatasi untuk pasien dan keluarganya satu orang. Rumah singgah ini memiliki kapasitas 10 orang. Fasilitasnya pun dimulai dari makan tiga kali sehari, kasur, mesin cuci dan ambulancs. Mobil ambulans siap 24 jam mengantar dan menjemput pasien. "Selain layanan RSP kami juga menyediakan layanan Latahzan mengantarkan bahkan memberi pelayanan mengurusi jenazah seperti memandikan dan mengkafani," ujar Nana. Adapun untuk syarat khusus bagi pasien yang ingin menetap di rumah singgah ini, Nana hanya menekankan satu hal. Yakni, pasien tidak mengidap penyakit menular dan merupakan asnaf penerima zakat. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
rumah singgah pasien izi